CARA BERGAUL SECARA ISLAMI
Setiap manusia yang ada di dunia ini
pasti dan akan sangat membutukan sosialisasi sesama manusia. Karena manusia
diciptakan sebagai makhluk sosial, seperti yang dituliskan pada Al-Quran Surat
Al-Hujurat ayat 13:
Artinya;
“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan
seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya
kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu
disisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah
Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS. Al Hujurat:13)
Bergaul adalah salah satu cara yang dilakukan manusia untuk bersosialisasi
dengan sesama manusia dan bergaul sudah menjadi suatu kebutuhan bagi setiap
manusia. Karena pada hakikatnya manusia tidak dapat hidup sendiri, walaupun
manusia itu sendiri diciptakan berbeda-beda. Maka dari itu, janganlah perbedaan
menjadi penghalang kita untuk bergaul atau bersosialisasi dengan lingkungan
sekitar kita. Anggaplah itu merupakan hal yang wajar, sehingga kita dapat
menyikapi perbedaan tersebut dengan sikap yang wajar dan adil. Karena bisa jadi
sesuatu yang tadinya kecil, tetapi karena salah menyikapi, akan menjadi hal
yang besar. Itulah perbedaan. Tak ada yang dapat membedakan kita dengan orang
lain, kecuali karena ketakwaannya kepada Allah.
Berikut ini merupakan 3 kunci utama
/ prinsip dalam bergaul dengan sesama manusia, terutama bagi sesama muslim,
yaitu:
1.Ta’aruf (saling mengenal)
Ta’aruf atau saling mengenal
merupakan kunci yang paling utama dalam bergaul. Dengan ta’aruf kita
dapat mengenal sifat, kesukuan, agama, kegemaran, karakter, dan semua ciri khas
pada diri seseorang.
2. Tafahum (saling memahami)
2. Tafahum (saling memahami)
Tafahum atau saling mengenal
merupakan kunci kedua yang harus diperhatikan. Karena dengan mengenal secara
lebih dalam seseorang, maka kita akan mengetahui segal hal apa saja yang
disukai atau yang tidak disukai. Dan hal tersebut dapat membantu kita untuk
mengetahui bagaiman kita harus bersikap. Selain itu, dapat membantu kita untuk
membedakan mana teman yang baik dan mana teman yang kurang baik.
3. Ta’awun (saling menolong)
3. Ta’awun (saling menolong)
Ta’awun atau rasa saling menolong
merupakan hal yang akan menumbuhkan rasa cinta antar sesama teman. Bahkan Islam
sangat menganjurkan kepada ummatnya untuk saling menolong dalam kebaikan dan
takwa.
Dari ketiga kunci utama / prinsip
dalam bergaul di atas dapat dijabarkan sebagai berikut;
1. Bersangka baik
(husnudz-dzan) dan hindari bersangka buruk (su’udz-dzan) kerana
bisa menjadi benih permusuhan
2. Murah senyum dan sebarkan salam
terhadap siapapun tidak terbatas pada orang yang kita kenal saja.
3. Lahirkan simpati dan empati
misalnya turut berdukacita dengan musibah yang menimpakawan kita dan ikut
merasakan kesedihan mereka..
4. Bersifat kasih sayang,
saling membantu dan berbagi.
5. Berusaha untuk selalu
ingat nama semua kawan kita, dengan begitu mereka sudah merasa
dihargai.
6. Bersikap baik bila berbicara dan
berhadapan dengan semua kawan kita dan semua orang.
7. Minta maaf apabila kita berbuat
salah kepada mereka dan juga bersedia memaafkan mereka dengan lapang dada
apabila mereka melakukan kesalahan kepada kita..
8. Selalu tepati janji dan jangan
melakukan kebohongan, dengan begitu mereka akan selalu mempercayai kita.
9. Jangan lupa untuk mendoakan semua
kawan kita agar senantiasa diberikan rahmat, hidayah dan dalam lindungan
Allah.
10. Menghargai dan jangan menyakiti
hati orang lain.
11. Bercanda / gurauan sekedarnya
saja jangan melampau batas.
Bercanda / gurauan memang hal
yang dibutuhkan dalam pergaulan untuk mengakrabkan dirisatu sama lain. Dalam
bercanda harus lihat situasi seseorang saat kita ingin bercanda. Jika orang
tersebut sedang mengalami kesulitan, sepantasnya kita menghiburnya agar
tersenyum dan tertawa.
12. Jangan sombong dan meremehkan
orang lain
13. Jangan berkata kasar dan
mengejek orang lain sekalipun bergurau.
14. Jangan memperlihatkan wajah
cemberut dan masam kepada orang lain.
Islam juga mengatur adab pergaulan
antara laki-laki dengan perempuan. Berikut ini akan dijelaskan bagaimana
cara bergaul antara laki-laki dengan perempuan / bergaul dengan lawan jenis
sebagaimana yang telah diatur dalam Islam tersebut, yaitu:
1.
Dilarang untuk berkholwat (berdua-duaan)
TTM, teman tapi mesra, kemana-mana
bersama, ke kantin bersama, berangkat sekolahbersama, pulang sekolah bersama.
Hal ini merupakan gambaran remaja umumnya saat ini,di mana batas-batas
pergaulan sudah sangat tidak wajar dan melanggar prinsip Islam. Namun . Jika
ada seorang laki-laki berduaan dengan seorang perempuan maka yang ketiga
sebagaipendampingnya adalah setan. Sabda Nabi;
لاَ
يَخْلُوَنَّ أَحَدُكُمْ بِامْرَأَةٍ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ ثَالِثُهُمَا
“Janganlah salah seorang
diantara kalian berduaan dengan seorang wanita (yang bukan mahramnya) karena
setan adalah orang ketiganya, (HR .Ahmad, sanad hadits ini shahih)
2. Menundukkan pandangan
Pandangan laki-laki terhadap
perempuan atau sebaliknya adalah termasuk panah-panahsetan. Kalau cuma sekilas
saja atau spontanitas atau tidak sengaja maka tidak menjadi masalah pandangan
mata tersebut, pandangan pertama yang tidak sengaja diperbolehkan namun
selanjutnya adalah haram.Ketika melihat lawan jenis,maka cepatlah kita
tundukkan pandangan itu, sebelum iblis memasuki atau mempengaruhi pikiran dan
hati kita. Segera mohon pertolongan kepada Allah agar kita tidak mengulangi
pandangan itu.
Dari Jarir bin Abdullah, dia
berkata,
سَأَلْتُ
رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- عَنْ نَظَرِ الْفُجَاءَةِ فَأَمَرَنِى أَنْ
أَصْرِفَ بَصَرِى.
“Aku bertanya
kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengenai pandangan yang
tidak disengaja. Maka beliau memerintahkanku supaya memalingkan pandanganku.”
(HR. Muslim)
3. Jaga aurat terhadap lawan jenis
Jagalah aurat kita dari pandangan
laki-laki yang bukan mahramnya. Maksudnya mahram di sini adalah laki-laki yang
haram untuk menikahi kita. Yang tidak termasuk mahram seperti teman sekolah,
teman bermain, teman pena bahkan teman dekat pun kalau dia bukan mahram kita,
maka kita wajib menutup aurat kita dengan sempurna. Maksud sempurna di sini
yaitu kita menggunakan jilbab yang menjulur ke seluruh tubuh kita dan
menutupi dada. Kain yang dimaksud pun adalah kain yang disyariatkan, misal
kainnya tidak boleh tipis, tidak bolejh sempit, dan tidak membentuk lekuk tubuh
kita. Adapun yang bukan termasuk aurat dari seorang wanita adalah kedua telapak
tangan dan muka atau wajah. Sabda Nabi;
الْمَرْأَةُ
عَوْرَةٌ فَإِذَا خَرَجَتِ اسْتَشْرَفَهَا الشَّيْطَانُ
“Wanita itu
adalah aurat. Jika dia keluar maka setan akan memperindahnya di mata laki-laki.”
(HR. Tirmidzi, shahih)
4. Tidak boleh ikhtilat (campur baur antara wanita dan pria)
Ikhtilat itu adalah campur baurnya
seorang wanita dengan laki-laki di satu tempat tanpa ada hijab. Di mana ketika
tidak ada hijab atau kain pembatas masing-masing wanita atau lelaki tersebut
bisa melihat lawan jenis dengan sangat mudah dan sesuka hatinya. Tentu kita
sebagai wanita muslimah tidak mau dijadikan obyek pandangan oleh banyak
laki-laki bukan? Oleh karena itu kita harus menundukkan pandangan,demikian pun
yang laki-laki mempunyai kewajiban yang sama untuk menundukkan pandangannya
terhadap wanita yang bukan mahramnya, karena ini adalah perintah Allah dalam Al
Qur’an dan akan menjadi berdosa bila kita tidak mentaatinya.
5. Dilarang mendekati zina dan harus
menjaga kemaluan
Allah Ta’ala berfirman;
وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا
Allah Ta’ala berfirman;
وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا
“Dan janganlah kamu mendekati zina;
sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang
buruk.”(QS. Al Isro’ : 32)
Sabda Nabi;
فَالْعَيْنَانِ زِنَاهُمَا النَّظَرُ
وَالأُذُنَانِ زِنَاهُمَا الاِسْتِمَاعُ وَاللِّسَانُ زِنَاهُ الْكَلاَمُ
وَالْيَدُ زِنَاهَا الْبَطْشُ وَالرِّجْلُ زِنَاهَا الْخُطَا وَالْقَلْبُ يَهْوَى
وَيَتَمَنَّى وَيُصَدِّقُ ذَلِكَ الْفَرْجُ وَيُكَذِّبُهُ
”Zina kedua mata adalah dengan
melihat. Zina kedua telinga dengan mendengar. Zina lisan adalah dengan
berbicara. Zina tangan adalah dengan meraba (menyentuh). Zina kaki adalah
dengan melangkah. Zina hati adalah dengan menginginkan dan berangan-angan. Lalu
kemaluanlah yang nanti akan membenarkan atau mengingkari yang demikian.” (HR.
Muslim)
Menjaga kemaluan juga bukan hal yang
mudah,karena dewasa ini banyak sekali remaja yang terjebak ke dalam pergaulan
bebas. Sebagai muslim kita wajib tahu bagaimana caranya
menjaga kemaluan. Caranya antara lain dengan tidak melihat gambar-gambar yang
tidak senonoh atau membangkitkan nafsu syahwat, tidak terlalu sering membaca
atau menonton kisah-kisah percintaan, tidak terlalu sering berbicara atau
berkomunikasi dengan lawan jenis, baik bicara langsung (tatap muka) ataupun
melalui telepon, SMS, chatting dan media komunikasi lainnya. Sudah selayaknya
sebagai seorang muslim-muslimah baik remaja atau dewasa, kitamempunyai niat
yang sungguh-sungguh untuk mematuhi adab-adab bergaul dengan lawan jenis
tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar