Fakta Fakta Ilmiah Al Quran Terbukti !
Redaksi – Jumat, 21 Maret 2014 13:20 WIB
Berita Terkait
Fakta Ilmiah dalam Al Quran telah terbukti kebenarannya yang banyak
ditemukan oleh para ilmuwan. Setiap Rasul yang diutus Allah SWT kepada manusia
dibekali dengan keistimewaan-keistimewaan yang disebut mukjizat. Mukjizat ini
bukanlah kesaktian ataupun tipu muslihat untuk memperdayai umat manusia,
melainkan kelebihan yang Allah SWT berikan untuk meneguhkan kedudukan para
Rasulnya dan mempertegas seruan (dakwah) mereka agar manusia beriman kepada
Allah SWT dan tidak mempersekutukan-Nya (tauhid).
Namun mukjizat setiap nabi dan Rasul berbeda-beda. Hal ini disesuaikan
dengan karakter dan kondisi kaumnya yang menjadi objek dakwah. Lalu, apakah
mukjizat Nabi Muhammad saw?
Para ulama sependapat, di antara sekian banyak mukjizat yang Allah berikan
kepada Nabi Muhammad saw, yang terbesar adalah Alquran. Alquran adalah kitab
suci penyempurna kitab-kitab suci para nabi sebelumnya. Alquran bukan hanya
petunjuk untuk mencapai kebahagiaan hidup bagi umat Muslim, tapi juga seluruh
umat manusia.
Salah satu keajaiban Alquran, adalah terpelihara keasliannya dan tidak
berubah sedikitpun sejak pertama kali diturunkan pada malam 17 Ramadan 14 abad
yang lalu hingga kiamat nanti. Otentisitas Alquran sudah dijamin oleh Allah,
seperti dalam firman-Nya, “Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Alquran, dan
Sesungguhnya Kami pula yang benar-benar memeliharanya.” (QS Al-Hijr: 9)
Bukti otentisitas ini adalah banyaknya penghafal Alquran yang terus lahir ke
dunia, dan pengkajian ilmiah terhadap ayat-ayatnya yang tak pernah berhenti.
Kejaibannya, meski Alquran diturunkan 14 abad lalu, namun ayat-ayatnya banyak
yang menjelaskan tentang masa depan dan bersifat ilmiah. Bahkan dengan kemajuan
ilmu dan teknologi saat ini, banyak ayat-ayat Alquran yang terbukti
kebenarannya. Para ilmuwan telah berhasil membuktikan kebenaran itu melalui
sejumlah ekperimen penelitian ilmiah.
Berikut beberapa fakta ilmiah Alquran yang dihimpun dari berbagai sumber, di
mana berbagai penemuan ilmiah saat ini ternyata sesuai dengan ayat-ayatnya.
1. Fakta tentang besi

Besi adalah
salah satu logam berat yang sangat bermanfaat bagi kehidupan. Dalam Alquran
surat Al Hadiid ayat 25 menjelaskan bahwa Allah menurunkan besi yang memiliki
kekuatan hebat dan memiliki banyak manfaat bagi manusia.
“Sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan membawa
bukti-bukti yang nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka Alkitab dan
neraca (keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan. Dan Kami turunkan
(anzalnaa) besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat
bagi manusia, (supaya mereka mempergunakan besi itu) dan supaya Allah
mengetahui siapa yang menolong (agama)-Nya dan rasul-rasul-Nya, padahal Allah
tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Mahakuat lagi Mahaperkasa.”
Dalam ayat ini, kata “anzalnaa” memiliki arti “kami turunkan” digunakan
untuk menunjuk besi. Apabila diartikan secara kiasan kata “anzalnaa”
menjelaskan bahwa besi diciptakan untuk memberi manfaat bagi manusia.
Apabila mengartikan kata itu secara harfiah, yakni “secara bendawi
diturunkan dari langit”, maka diperoleh arti bahwa besi diturunkan dari langit.
Beberapa ilmuwan telah berhasil membuktikan kebenaran ayat itu. Partikel besi
tidak berasal dari bumi melainkan berasal dari benda-benda luar angkasa.
Paling tidak, terdapat sembilan ayat dalam Alquran yang membahas dan
menjelaskan tentang besi. Salah satunya, “Dan Allah menjadikan bagimu tempat
bernaung dari apa yang telah Dia ciptakan, dan Dia jadikan bagimu tempat-tempat
tinggal di gunung-gunung, dan Dia jadikan bagimu pakaian yang memeliharamu dari
panas dan pakaian (baju besi) yang memelihara kamu dalam peperangan. Demikianlah
Allah menyempurnakan nikmat-Nya atasmu agar kamu berserah diri (kepada-Nya).”
(QS An-Nahl: ayat 81)
2. Fakta penciptaan berpasang-pasangan

Surat Yaasin
ayat 36 menjelaskan, Allah menciptakan segala sesuatu secara berpasang-pasang.
Dalam ayat lain, Allah uga berfirman, “Dan segala sesuatu Kami ciptakan
berpasang-pasangan supaya kamu mengingat akan kebesaran Allah.” (QS
Adz-Zaariyat: 49).
Menurut ayat ini, Allah menciptakan yang berpasangan tidak hanya manusia,
melainkan segala sesuatu yang tumbuh dari bumi dan berbagai partikel yang tidak
terlihat mata.
Seorang ilmuwan asal Inggris, Paul Dirac, berhasil melakukan penelitian yang
membuktikan bahwa materi diciptakan secara berpasangan. Penemuannya dinamakan
‘Parite. Dia memperoleh Nobel di bidang fisika pada tahun 1933 karena
penemuannya itu.
3. Fakta tentang garis edar tata surya

Matahari,
planet, satelit dan benda langit lainnya bergerak dalam garis edarnya
masing-masing. Alquran surat Al Anbiya ayat 33 dan surat Yaasin ayat 38
menjelaskan mengenai fakta ilmiah itu dan terbukti kebenaranya.
Banyak ayat dalam Alquran yang menjelaskan tentang alam semesta dan tata
surya. Beberapa di antaranya seperti:
“Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan.
Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya.” (QS Al
Anbiya:33)
“Dan matahari berjalan ditempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang
Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.” (QS Yaa Siin: 38)
“Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah, sehingga (setelah dia
sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai bentuk tandan yang
tua.” (QS Yaa Siin: 39)
“Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat
mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya.” (QS Yaa Siin:
40)
Pengamatan astronomi telah membuktikan kebenaran fakta ini. Menurut
ahli astronomi, matahari bergerak sangat cepat dengan kecepatan mencapai 720
ribu km per jam ke arah bintang Vega dalam sebuah garis edar yang dinamakan
Solar Apex.
Selain matahari, semua planet dan satelit dalam sistem gravitasi matahari
juga berjalan menempuh jarak ini. Semua bintang yang ada di alam semesta juga
berada dalam suatu gerakan serupa.
4. Fakta tentang penciptaan manusia dalam 3 tahap

Dalam Alquran
surat Az Zumar ayat 6 dijelaskan, manusia diciptakan dalam tubuh ibunya dalam
tiga tahapan.
“Dia menciptakan kamu dari seorang diri kemudian Dia jadikan daripadanya
isterinya dan Dia menurunkan untuk kamu delapan ekor yang berpasangan dari
binatang ternak. Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian
dalam tiga kegelapan. Yang (berbuat) demikian itu adalah Allah, Tuhan kamu,
Tuhan Yang mempunyai kerajaan. Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain
Dia; maka bagaimana kamu dapat dipalingkan?”
Perkembangan ilmu Biologi modern telah berhasil mengungkap petunjuk dari
ayat itu. Pertumbuhan bayi di dalam rahim melewati tiga tahap (tiga kegelapan).
Alquran menggunakan istilah ‘kegelapan’ karena memang proses penciptaan manusia
dalam perut ibu terjadi di dalam rahim yang gelap. Tahap-tahap itu, pertama,
tahap Pre-embrionik, zigot tumbuh membesar melalui pembelahan sel kemudian
menjadi segumpalan sel yang membenamkan diri pada dinding rahim. Seiring
pertumbuhan zigot, sel-sel penyusunnya mengatur diri mereka sendiri untuk membentuk
tiga lapisan.
Kedua, tahap Embrionik yang berlangsung lima setengah minggu. Bayi pada
tahap ini disebut “embrio”. Organ dan sistem tubuh bayi juga mulai terbentuk.
Ketiga tahap fetus yang dimulai sejak kehamilan bulan 8 hingga lahir. Pada
tahap ini bayi telah menyerupai manusia dengan wajah, kedua tangan dan kakinya.
5. Fakta tentang jenis kelamin bayi

Hasil penemuan
ilmu genetika abad 20 menjelaskan bahwa jenis kelamin seorang bayi ditentukan
oleh air mani dari pria. Dalam air mani pria terdapat kromosom x yang berisi
sifat-sifat kewanitaan dan kromosom y berisi sifat kelaki-lakian. Sedangkan
dalam sel telur wanita hanya mengandung kromosom x yang mengandung sifat-sifat
kewanitaan. Jenis kelamin seorang bayi tergantung pada sperma yang membuahi,
apakah mengandung kromosom x atau y.
Alquran telah menjelaskan fakta itu dalam surat An Najm ayat 45-46, “Dialah
yang menciptakan berpasang-pasangan pria dan wanita, dari air mani, apabila
dipancarkan.”
Sebelum penemuan itu diperoleh, masyarakat menganggap bahwa penentu jenis
kelamin berasal dari wanita.
6. Fakta tentang sidik jari manusia

Setiap manusia
memiliki ciri sidik jari yang unik dan berbeda antara satu orang dengan
lainnya. Keunikan sidik jari baru ditemukan pada abad 19. Sebelum penemuan itu,
sidik jari hanya dianggap sebagai lengkungan biasa yang tidak memiliki arti.
Alquran surat Al Qiyaamah ayat 3-4 menjelaskan tentang kekuasaan Allah untuk
menyatukan kembali tulang belulang orang yang telah meninggal, bahkan Allah
juga mampu menyusun kembali ujung-ujung jarinya dengan sempurna.
QS Al Qiyamah ayat 3-4:
“Apakah manusia mengira, bahwa Kami tidak akan mengumpulkan (kembali) tulang
belulangnya?”
“Bukan demikian, sebenarnya Kami kuasa menyusun (kembali) jari jemarinya dengan
sempurna.”
7. Fakta tentang menyusui bayi selama 2 tahun
Air susu ibu atau ASI sangat bermanfaat bagi bayi. ASI adalah sumber makanan
terbaik bagi bayi dan mengandung zat yang dapat meningkatkan kekebalan tubuh.
Tidak ada susu buatan manusia yang mampu menandingi kualitas ASI.
Alquran surat Luqman ayat 14 menganjurkan manusia untuk berbuat baik kepada
ibu bapaknya, ibunya telah mengandung dalam keadaan lemah yang
bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Surat ini menjelaskan bahwa
waktu yang terbaik untuk memberikan ASI bagi seorang bayi adalah 2 tahun karena
memberikan banyak manfaat.
“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang
ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang
bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku
dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.”
8. Fakta tentang relativitas waktu

Albert
Einstein pada awal abad 20 berhasil menemukan teori relativitas waktu. Teori
ini menjelaskan bahwa waktu ditentukan oleh massa dan kecepatan. Waktu dapat
berubah sesuai dengan keadaannya. Beberapa ayat dalam Alquran juga telah
megisyaratkan adanya relativitas waktu ini, di antaranya dalam Alquran surat Al
Hajj ayat 47, surat As Sajdah ayat 5 dan Alquran surat Al Ma’aarij ayat 4.
“Dan mereka meminta kepadamu agar azab itu disegerakan, padahal Allah
sekali-kali tidak akan menyalahi janji-Nya. Sesungguhnya sehari di sisi Tuhanmu
adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu.” (QS Al Hajj: 47)
“Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik
kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya (lamanya) adalah seribu tahun menurut
perhitunganmu.” (QS As Sajdah:5)
“Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari
yang kadarnya lima puluh ribu tahun.” (QS Al Ma’arij:4)
Beberapa ayat Alquran lainnya menjelaskan, manusia terkadang merasakan waktu
secara berbeda, waktu yang singkat dapat terasa lama dan begitu juga
sebaliknya.
9. Fakta tentang gunung

Gunung tidak
hanya memperindah pemandangan. Dikaji dari ilmu geologi, gunung berfungsi
sebagai penyeimbang bumi dari goncangan. Gunung muncul karena tumbukan
lempengan-lempengan raksasa yang membentuk kerak bumi. Ketika dua lempengan
bertumbukan, lempengan yang lebih kuat menyelip ke bawah sedangkan
lempengan yang lemah melipat ke atas membentuk dataran tinggi dan gunung.
Alquran menjelaskan fungsi gunung dalam beberapa ayat di antaranya dalam
surat Al Anbiyaa ayat 21 dan surat An Naba’ ayat 6-7. Gunung diibaratkan sebuah
paku yang menjadikan lembaran kayu tetap saling menyatu.
“Dan telah Kami jadikan di bumi ini gunung-gunung yang kokoh supaya bumi itu
(tidak) goncang bersama mereka, dan telah Kami jadikan (pula) di bumi itu
jalan-jalan yang luas, agar mereka mendapat petunjuk.” (QS Al Anbiya:31)
“Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan?, dan
gunung-gunung sebagai pasak?,” (QS An Naba’: 6-7)
10. Fakta tentang dasar lautan yang gelap

Manusia tidak
mampu menyelam di laut dengan kedalaman di bawah 40 meter tanpa peralatan
khusus. Dalam sebuah buku berjudul Oceans juga dijelaskan, pada kedalaman 200
meter hamper tidak dijumpai cahaya, sedangkan pada kedalaman 1000
meter tidak terdapat cahaya sama sekali.
Kondisi dasar laut yang gelap baru bisa diketahui setelah penemuan teknologi
canggih. Namun Alquran telah menjelaskan keadaan dasar lautan semenjak ribuan
tahun lalu sebelum teknologi itu ditemukan. Alquran surat An Nur ayat 40
menjelaskan mengenai fakta ilmiah ini.
“Atau seperti gelap gulita di lautan yang dalam, yang diliputi oleh ombak,
yang di atasnya ombak (pula), di atasnya (lagi) awan; gelap gulita yang
tindih-bertindih, apabila dia mengeluarkan tangannya, tiadalah dia dapat
melihatnya, (dan) barang siapa yang tiada diberi cahaya (petunjuk) oleh Allah
tiadalah dia mempunyai cahaya sedikit pun.” (QS An Nuur: 40).
Mempertahankan Aqidah di Tengah Benturan Budaya
07-11-2014 | 14:37:29
Manusia merupakan makhluk yang mempunyai
kedudukan tertinggi dan terhormat. Makluk yang sempurna dan istimewa dibanding
makhluk lain di dunia ini. Pertama, karena manusia mempunyai fisik dan bentuk
terbaik. Struktur organ-organnya mempunyai kesempurnaan. (QS At Tiin : 4).
Kedua, manusia mempunyai jiwa dan rohani. Dengan jiwa dan rohani ini manusia
mempunyai akal, rasio, perasaan, kemauan, nafsu dan mempunyai budaya. Manusia
bisa berkembang, bisa maju karena mempunyai keistimewaan-keistimewaan itu.
Dalam mengembangkan rasionya manusia diberi landasan yakni agama. Maka
hendaknya apapun pengembangannya, agama harus dugunakan sebagai pedoman, agar
pemikirannya tidak keluar dari dasar-dasar agama yang tertuang dalam Al-Qur’an
dan As Sunnah. Untuk itu, sarjana-sarjana muslim hendaknya dalam mengkaji dan
meneliti suatu keilmuan dilandasi agama, dengan mengutip Al-Qur’an, As Sunnah
atau ilmuwan-ilmuwan muslim, agar pemikirannya tidak sekuler. Karena sekarang
sudah menjadi trend, banyak sarjana-sarjana muslim yang merasa bangga kalau
mereka mengutip pendapat-pendapat orang barat, daripada mengutip ayat-ayat
Al-Qur’an.
Teori-teori kenegaraan yang ada sekarang ini tidak akan bisa mengalahkan konsep
Islam dalam surah al A’raf : 96. Maknanya : Jikalau Sekiranya penduduk
negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada
mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami)
itu, Maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.
Seharusnya, ayat ini yang harus dikaji, didiskusikan oleh negarawan,
legislative, eksekutif dan semua yang terlibat dalam mengatur negara ini. Kalau
ayat ini yang menjadi dasar pemikiran mereka yang bertanggung jawab terhadap
negara ini, pasti kesejahteraan dan keadilan sosial akan terwujud. Tidak
seperti sekarang ini yang carut marut tidak karuan. Malah justeru ajaran Islam
yang mulia ini, dibentur-benturkan, dianaktirikan, bahkan berusaha dihilangkan.
Kita saksikan ditelevisi-televisi, para ahli agama diundang dalam debat, lalu
diundanglah pemikir-pemikir liberal dan sekuler. Karena orang sekuler yang
diundang lebih banyak, ulama’ yang mempertahankan kebenaran al-Qur’an itu
seakan kalah. Karena moderator juga berperan,
sehingga jawaban-jawaban yang baik dari ulama dipotong, sedang
yang mempunyai misi itu diberi keleluasaan menjawab seakan-akan kebenaran
ditangannya. Dengan cara-cara seperti inilah Islam dibenturkan dan dengan cara
seperti inilah mereka berusaha mempengaruhi masyarakat untuk menjauhkan dari
ajaran Islam. Pesan yang ingin dilontarkan adalah “Konsep liberal dan sekuler
lebih baik dari pada konsep Islam”. Inilah misi mereka, menjauhkan umat Islam
dari ajarannya. Dan tampaknya mereka berhasil, karena mereka menguasai media
informasi. Tetapi yakinlah bahwa Islam adalah ya’luu walaa yu’laa alaih (Islam
adalah tinggi dan tidak ada yang lebih tinggi).
Seperti yang sekarang terjadi. Ada empat orang yang digugat dalam kasus Syi’ah.
Pertama, gubernur Jatim Peraturan Gubernur No 55 tahun 2012, yang isinya
pembinaan kegiatan keagamaan dan mengawasi aliran sesat di Jatim. Di dalam
klausul dalam peraturan in, pasa 5 disebutkan bahwa untuk menentukan kriteria
sesat itu adalah berdasarkan kriteria yang dibuat dan disepakat oleh MUI Jatim,
untuk agama Islam, dan untuk agama lain, adalah dari masing-masing majlis agama
tersebut. Ini dituntut orang dari Bandung yang bernama Teguh Sugiarto,
mengatasnamakan perorangan yang menuntut peraturan itu dicabut. Kemudian
tuntutan kedua kepada Ketua Majelis Ulama Jatim, untuk membatalkan fatwa MUI
tentang Syiah. Karena kami menandatangani bahwa Syiah Imamiyah Itsna Asy’ariyah
adalah termasuk kelompok yang sesat dan menyesatkan. Kami telah studi tentang
Syiah Imamiyah Itsna Asy’ariyah tidak sesuai untuk diterapkan di Indonesia, dan
akan mengancam NKRI. Tidak ada negara yang begitu dimasuki mereka lalu aman.
Misalnya di Libanon, Irak, Suriyah dll.
Ajaran Syiah terdapat perbedaan yang mendasar dengan ajaran ahlus sunnah wal
jamaah. Misalnya di antaranya mengajarkan bahkan menganjurkan nikah muth’ah
(kawin kontrak) yang sangat berpotensi digunakan untuk melegitimasi praktik
perzinaan. Padahal di Jawa Timur khususnya di Surabaya ini, kami bersama
pemerintah berusaha maksimal bagaimana tempat postisusi itu ditutup. Ini suatu
gerakan yang luar biasa. Tetapi orang yang berfaham Liberal mengatakan itu
melanggar HAM. Karena mereka mencari uang, mencari ekonomi sehingga nafkahnya
tetap terjaga, dengan membuat sensasi, membela siapa saja walaupun itu salah.
Ketiga adalah KH Sahal Mahfudh. Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, dan ketua
Rais Suriyah NU. Dan yang keempat, adalah presiden RI. Begitu tanggal 14 Mei
2013 sidang pertama dimulai, kami sudah membentuk tim. Tetapi mereka tidak
hadir.. Ini saya kira suatu tindakan yang luar biasa. Suatu keberanian yang
luar biasa, dari kelompok minoritas. Padahal bicara toleransi jangan hanya yang
kelompok besar yang dituduh, sebab ketika kelompok kecil memaksakan pendapatnya
itu juga melanggar HAM. Dan itu tirani kelompok kecil kepada yang besar.
Untuk itu, umat Islam harus kembali kepada Al Qur’an dan Sunnah Rasul SAW. dan
banyak fatwa-fatwa dari umat Islam sebagai kazanah untuk membangun diri, dan
membangun masyarakat, bangsa dan negara.
Ekonomi Islam dan Konvensional
07-11-2014 | 15:44:14
Dalam Islam, bekerja dinilai sebagai kebajikan, dan kemalasan
dinilai sebagai kejahatan. Diriwayatkan Nabi SAW pernah melarang orang-orang
untuk mengemis kecuali dalam keadaan kelaparan. Ibadah yang baik di antaranya
adalah bekerja, sebab pada saat yang sama bekerja merupakan hak dan sekaligus
kewajiban. Nabi SAW diriwayatkan pernah bersabda : “Bahwa orang-orang yang
menyediakan makanan dan keperluan lain untuk dirinya dan keluarganya adalah lebih
baik dari pada orang yang menghabiskan waktunya untuk beribadah tanpa mencoba
berusaha mendapatkan penghasilan untuk menghidupinya sendiri”. Nabi SAW juga
pernah memohon kepada Allah SWT, untuk melindungi dirinya agar beliau tidak
terjangkit penyakit lemah dan malas.
Jika dilihat dari beberapa sudut, maka ada tiga perbedaan mendasar antara
ekonomi Islam dan konvcnsional. Pertama, dari sudut sumber (epistemology).
Sebagai diin yang sumulie. Al Qur’an dan Al Sunnah menyuruh kita agar
mempraktekkan ajaran wahyu tersebut dalam semua aspek kehidupan termasuk soal
muamalah. Perkara muamalah dijelaskan dalam wahyu yang meliputi suruhan dan
larangan. (lihat Q.S. Yaasiin : 34 dan 35).
Adapun larangan Allah SWT yang terkait dengan muamalah adalah seperti riba, perniagaan
babi, juri, arak, dan lainnya. Karena perkara-perkara tersebut mencerobohi
fungsi manusia sebagai khalifatullah fil ard (pemimpun manusia di muka bumi).
Suruhan dan larangan tersebut semuanya itu sesunguhnya menjurus kepada suatu
tujuan yaitu pembangunan seimbang antara rohani dan jasmani manusia yang
berazas tauhid. Sedangkan ekonomi konvensional tidak bersumber atau
berlandaskan wahyu. Oleh karena itu, ia lahir dari pemikiran menusia yang bisa
berubah berdasarkan waktu atau masa, sehingga diperlukan maklumat yang baru.
Kedua dari sudut tujuan kehidupan, tujuan ekonomi Islam membawa kepada konsep
Al Falah (kejayaan umat) di dunia dan akhirat, sedangkan ekonomi
konvensional;skuler tidak lebih hanya sekedar untuk memperoleh kepuasan di
dunia saja. Ekonomi Islam meletakkan menusia sebagai khalifah di muka bumi dan
di langit adalah diperuntukkan untuk manusia(lihat Q.S. An Nhl : 12-13).
Tujuan yang tidak sama, akan melahirkan implikasi yang berbeda pula. Karena
itu, ekonomi Islam bertujuan untuk mencapai al falah di dunia dan di akhirat.
Sedangkan ekonomi konvensional mencoba mengeksiskan segala permasalahan yang
timbul tanpa ada pertimbangan mengenai soal ketuhanan dan keakhiratan, tetapi
lebih mengutamakan kemudahan manusia di dunia saja. Ketiga, konsep harta. Dalam
Islam, harta bukanlah merupakan tujuan, tetapi sekedar wasilah (perantara)
untuk mewujudkan perintah Allah. (lihat Q.S. Al An’am : 162-163).
Merealisasikan perintah Allah SWT dengan sebenar-benarnya, sesungguhnya akan
membawa kepada ketenangan hidup yang hakiki, setiap muslim percaya bahwa Allah
SWT merupakan pencipta yang mampu memberikan ketenangan hakiki, maka dari itu,
harta bukanlah tujuan utama kehidupan, tetapi adalah sebagai jalan bagi
mencapai nikamt ketenangan kehidupan di dunia hingga akhirat. Dan yang demikian
itu, amat berbeda dengan konsep ekonomi konvensional yang meletakkan keduniaan
sebagai tujuan yang tidak mempunyai kaitan dengan Tuhan dan akhirat sama
sekali.
Dan sudah barang tentu hal yang demikian amat berlawanan dengan konsep ekonomi
Islam. Mereka membentuk sistem-sistem yang mengikuti selera nafsu mereka guna
memuaskan kehendak materiil semata. Oleh karena itu, sistem konvensional
mempunyai tujuan keuntungan tanpa memedulikan nilai wahyu, maka mereka
mengutamakan kepentingan diri sendiri atau kepentingan golongan tertentu serta
menindas golongan atau individu yang lemah dan berprinsip siapa yagn kuat
dialah yang berkuasa (survival of the fittest). Akan tetapi, jika kita
perhatikan tentang konsep hak milik pribadi dalam Islam sesungguhnya bersifat
unik, dalam arti bahwa pemilik mutlak segala sesuatu yang ada di bumi dan
langit adalah Allah, manusia hanyalah kholifah di muka bumi dan setiap
kebebasan individu harus patuh terhadap ketentuan syariat yang mengatur hak milik
pribadi.
Menghadapi era yang seperti saat ini, yakni di zaman serba permisif, era
kebebasan, era serba boleh, di mana setiap individu dan golongan dengan
berkedok atau bertopeng di bawah panji-panji paham/ideologi hak asasi manusia
(HAM).
Agar kita memperoleh keselamatan dan kesenangan hidup di dunia serta
kebahagiaan di akhirat baginda Rasulullah SAW telah mengingatkan kepada kita
dengan sabdanya : "Aku tinggalkan kepada kalian dua perkara yang kalian
tidak akan tersesat selamanya selama berpegang teguh dengan keduanya,
Kitabullah dan Sunnah" (HR. Malik)